Kategori: Tak Berkategori

Ribuan Warga Ramaikan Milad Ke-106 Muhammadiyah di Kota Binjai

Nasril Bahar Sumbang Pendirian Rumah Santri Bagi Yatim Piatu

Binjai – Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyahh ke-106, PD Muhammadiyah Kota Binjai menggelar serangkaian acara, antara lain Pawai Ta’aruf, Door Prize, Tabligh Akbar, Peresmian Gedung Dakwah Muhammadiyah, dan Deklarasi Pendirian Rumah Santri Bagi Yatim Piatu, Minggu (18/11/2018).

Anggota DPR RI F-PAN Nasril Bahar didampingi Ketua PD Muhammadiyah saat membuka dan ikut serta dalam Pawai Ta’aruf

Kegiatan yang digadang sebagai peringatan milad terbesar dan termeriah di Kota Binjai itu turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Fraksi PAN H. Nasril Bahar, SE., Walikota Binjai H. Muhammad Idaham, SH., M.Si., serta tak kurang dari 1000 warga yang terdiri dari warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.

“Milad tahun ini adalah milad terbesar dan paling meriah yang pernah dilaksanakan di Binjai, ditambah dengan peresmian Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Binjai, milad tahun ini jadi terasa sangat bermakna bagi kita semua,” kata Ketua PD Muhammadiyah Kota Binjai Drs. H. Yundiser, M.Pd., dalam kata sambutannya.

Yundiser juga menegaskan, dengan diresmikannya Gedung Dakwah tersebut, hanya Muhammadiyah organisasi independen yang memiliki gedung sebagai pusat dakwah sekaligus perkantoran di Kota Binjai.

Peresmian Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Binjai

“Cuma ada dua di Kota Binjai yang memiliki gedung sebagai pusat dakwah dan perkantoran, MUI dan Muhammadiyah. Gedung Dakwah ini juga menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen yang besar untuk berdakwah dan menjadikan Binjai sebagai kota idaman,” jelasnya.

Selain Pawai Ta’aruf dan peresmian Gedung Dakwah, antusiasme warga yang tinggi kembali muncul ketika Nasril Bahar mendeklarasikan rencana pendirian Rumah Santri Muhammadiyah di Kota Binjai Nasril Bahar bahkan langsung mengungkapkan bahwa dirinya mendonasikan uang tunai Rp. 50.000.000 sebagai modal awal pendirian Rumah Santri Muhammadiyah tersebut.

Rumah Santri itu sendiri merupakan masukan pemikiran dari Nasril Bahar atas rencana PD Muhammadiyah Kota Binjai yang ingin mendirikan Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah di Kota Binjai.

“Istilah Rumah Santri jauh lebih menghargai para yatim piatu dibandingkan memakai istilah panti asuhan yatim piatu. Saat nanti Rumah Santri telah berjalan, para alumni akan bangga mengungkapkan jati dirinya sebagai seseorang yang telah dibina dan dibesarkan disana,” ungkap Nasril Bahar.

Nasril juga menegaskan bahwa dirinya juga siap mendeklarasikan pendirian Rumah Santri serupa di daerah-daerah lain di Sumatera Utara.

Kata sambutan Anggota DPR RI F-PAN Nasril Bahar

“Dimulai dari Binjai, semangat ini akan kita bawa ke seluruh daerah di Sumatera Utara. Sebab selain karena masa depan anak-anak yatim piatu adalah tanggungjawab kita yang mampu, Rumah Santri juga akan mencetak generasi Muhammadiyah yang tangguh dan mampu mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar dengan baik,” tegasnya.

Atas masukan Nasril Bahar tersebut, Ketua PD Muhammadiyah Kota Binjai sangat berterima kasih dan akan membahas ide tersebut di rapat PD Muhammadiyah Kota Binjai dan akan meminta persetujuan PW Muhammadiyah Sumut.

Sementara Walikota Binjai dalam kata sambutannya mengungkapkan bahwa Muhammadiyah memberikan banyak kontribusi bagi Pemko Binjai dalam berbagai bidang, khususnya dalam menjadikan “Kota Rambutan” itu sebagai kota idaman bagi setiap orang.

“Selama 7,5 tahun saya menjabat sebagai Walikota Binjai, Muhammadiyah selalu membantu saya dan memberi banyak kontribusi untuk pembangunan. Saya sangat berterima kasih dan berharap sinergi antara Pemko Binjai dan Muhammadiyah terus berjalan, bersama kita wujudkan kota kita sebagai kota idaman,” tandas Idaham.

*Artikel (berita) ini telah terbit di portal berita Publika.co.id

Menyantuni Anak Yatim Harus Jadi Rutinitas Setiap Yang Mampu

Medan – Banyak dalil Al-Qur’an dan sunah yang menekankan betapa pentingnya menyantuni dan menanggung beban anak yatim. Selain itu, anak yatim juga merupakan generasi penerus bangsa yang harus dibantu dalam memperjuangkan masa depannya.

Demikian disampaikan Inisiator Santri Milenial Muhammad Faisal saat bersilaturahmi dengan masyarakat dan menyantuni anak yatim di Kelurahan Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Minggu (7/10/2018).

“Alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan masyarakat sekaligus bisa menyantuni anak yatim. Masa depan anak yatim adalah tanggung jawab setiap orang yang mampu, kita harus menjadikan hal itu sebagai rutinitas,” katanya.

Selain itu, Faisal yang saat ini juga aktif beraktifitas sebagai politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegasakan bahwa dirinya ke depan akan menjadikan program pengembangan potensi anak yatim sebagai prioritas.

“Sebagaimana anak lainnya, para anak yatim juga harus kita bantu dalam pengembangan potensi. Anak yatim memiliki harapan yang besar kepada setiap orang yang peduli,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Ketua DPC PAN Medan Amplas Syahrul dan jajarannya.

Idola Baru Emak-emak Medan

Diksi “emak-emak” semakin populer digunakan oleh publik sejak Sandiaga Salahuddin Uno diberi amanah sebagai Calon Wakil Presiden 2019-2024 mendampingi Prabowo Subianto.

“Emak-emak” yang sejatinya merupakan penyebutan lain dari kaum ibu, bahkan membuat banyak gerakan untuk tokoh pengusaha muda yang akrab disapa Sandi itu.

Selain memiliki pemahaman dan pengalaman tinggi di bidang usaha, wajah ganteng dan dan sikap santunnya membuat Sandi menjadi idola emak-emak di berbagai daerah di Indonesia.

Di Medan, Sumatera Utara, Sandi juga mendapat perhatian yang serupa dari emak-emak. Saat Sandi berkunjung ke Medan dalam rangka mengikuti jalan sehat beberapa waktu lalu, emak-emak dari berbagai sudut kota mengubah lokasi acara menjadi “lautan manusia”. Ungkapan seperti “Pak Sandi, I Love You”, “Pak Sandi Ganteng”, dan sejenisnya, silih berganti digaungkan emak-emak tersebut.

Sementara untuk di Kota Medan sendiri, emak-emak juga memiliki idola baru. Ialah Muhammad Faisal, seorang anak muda berusia 25 tahun, lulusan Pesantren Gontor dan menamatkan studi S1-nya di Malaysia. Saat ini Faisal juga dikenal sebagai Inisiator Santri Berbuat.

Serupa dengan Sandi, Faisal digemari emak-emak karena memiliki wajah ganteng, sikap santun, serta paham akan teori ekonomi dan praktiknya, terkhusus di bidang industri halal.

Salah satu buktinya saat digelar pengajian dan silaturahmi rutin pejuang ekonomi rakyat dari PD Aisyiyah Medan serta PC Aisyiyah se-Medan di Masjid Jami’ Taqwa, Jalan Langgar, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Medan Denai, Rabu (3/10/2018).

Dalam kesempatan itu, Faisal dipercaya untuk menyampaikan pengetahuannya tentang industi halal. Pemahaman mendalam akan hal itu pun dapat disampaikan Faisal kepada sekitar 100 orang emak-emak dengan cara sederhana dan mudah dipahami.

Setelah Faisal selesai menyampaikan pemaparan tentang industri halal tersebut, para peserta yang seluruhnya merupakan emak-emak saling dahulu-mendahului untuk dapat bertanya langsung kepada Faisal.

Sampai di saat Faisal harus menjawab pertanyaan tentang status hidupnya, para emak pun terlihat sumringah dan antusias. Pasalnya, Faisal kepada emak-emak mengatakan bahwa dirinya belum menikah dan akan menempuh proses ta’aruf.

Usai seluruh rangkaian acara, para emak-emak pun berbondong-bondong meminta sesi foto bersama dengan tokoh muda yang santun itu. 

Gerakan Kewirausahaan Penting Dalam Pengembangan Cabang Dan Ranting Muhammadiyah

Medan – Inovasi dibutuhkan dalam upaya pengembangan cabang dan ranting organisasi Islam Muhammadiyah di Sumatera Utara melalui gerakan kewirausahaan agar terjadi percepatan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota di tingkat cabang dan ranting.

Demikian disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI H. Nasril Bahar, SE., saat menyampaikan pemaparannya di hadapan pimpinan cabang dan ranting Muhammadiyah se-Kota Medan dalam Pelatihan Entrepreneur Bagi Wirausaha Baru yang digelar oleh Kementerian Komerasi UKM Republik Indonesia di Hotel Syariah Grand Jamee, Medan, Minggu (30/9/2018).

Nasril yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, Muhammadiyah yang dilahirkan oleh seorang saudagar sejak awal berdirinya mendasarkan kemandirian dalam menjalankan organisasinya. Selain sebagai seorang pendakwah Pak Dahlan adalah seorang wirausahawan. Dia saat itu cukup berhasil berdagang kain batik. Bisnis batik merupakan profesi entrepreneurship yang cukup menggejala di masyarakat kala itu.

“Hasil dari keuntungannya selain buat keluarga juga buat berdakwah. Lambat laun, Muhammadiyah dikenal luas masyarakat. Pak Dahlan juga banyak kenal dengan juragan batik. Kedekatannya dengan para pengusaha itulah bisa menopang dan membantu Pak Dahlan dalam berdakwah. Terutama mengembangkan Muhammadiyah,” ujar Nasril.

Untuk itu Nasril berharap bisa dijalin sinergisitas antara Muhammadiyah Kota Medan sebagai pilot project dengan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kemenkop dan UKM, Budi Mustopo mengatakan mengatakan ormas merupakan kelompok strategis yang sangat potensial menjadi basis penumbuhan wirausaha baru. Untuk itu, Kemenkop dan UKM menurut Budi siap bersinergi dengan Muhammadiyah dalam gerakan penumbuhan wirausaha baru di Sumatera Utara pada umumnya dan Kota Medan pada khususnya. 

“Oleh karena itu kami berupaya menggandeng lebih banyak ormas terutama yang bergerak dan fokus pada kegiatan sosial untuk terlibat dalam gerakan kewirausahaan nasional,” katanya

Menyambut gagasan Nasril Bahar tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan, Ir Emilia Lubis mengatakan bahwa pihaknya membuka pintu seluasnya bagi Muhammadiyah jika ingin bersama-sama mendukung Gerakan Kewirausahaan Nasional khususnya di Kota Medan. Bahkan Emilia menjelaskan banyak program yang bisa dimanfaatkan untuk menjalin sinergisitas tersebut.

Menanggapi hal ini, Ketua LPCR PWM Sumut, Dr Muhammad Yusri Isfa, MSi mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik ide sinergisitas ini. Bahkan menurutnya, pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah di Sumatera Utara sudah mengarah kepada kemandirian dan kewirausahaan.

Hal itu dapat dilihat dengan semakin maju dan pesatnya amal usaha milik cabang dan ranting Muhammadiyah di Kota Medan khususnya. Bahkan salah satu cabang Muhammadiyah di Kota Medan, yakni Cabang Muhammadiyah Sunggal, berhasil menyabet gelar cabang terbaik seIndonesia yang dianugerahkan oleh PP Muhammadiyah tahun lalu.

Silaturahmi PD Muhammadiyah Asahan Dan Tokoh Politik

Nasril Bahar: Sudah Saatnya Muhammadiyah Memperkuat Pengembangan Jaringan

Asahan — Melaksanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar di semua bidang, termasuk dalam bidang politik merupakan visi dari Persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini menjadi dasar bagi Pengurus Muhammadiyah di berbagai tingkatan untuk mengawal Pemilu 2019 agar berjalan dengan baik dan tidak melanggar nilia-nilai Islam.

Begitu juga dengan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Asahan. Mereka mengundang Anggota DPR RI Fraksi PAN Nasril Bahar dan tokoh Muhammadiyah Sumut yang juga merupakan Calon Anggota DPD RI Abdul Hakim Siagian untuk bersilaturahmi dan membahas berbagai hal strategis tentang Pemilu 2019, Selasa (3/10/2018).

Kegiatan yang digelar di Kantor PD Muhammadiyah Asahan, Jalan Madong Lubis Mutiara, No. 8, Kisaran itu dihadiri oleh Ketua PD Muhammadiyah Asahan M. Akhyar dan para stafnya, Ketua PD Aisyiyah Asahan dan para stafnya, Kepala Sekolah satuan pendidikan yang didirikan Muhammadiyah, tokoh Muhammadiyah Asahan, dan Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Asahan.

Senada dengan Akhyar, Abdul Hakim Siagian juga menegaskan bahwa dalam kondisi perpolitikan nasional hari ini, Muhammadiyah harus melakukan jihad politik.

“Di Pimpinan Pusat kita sudah melaksanakan Ideopolitor yang menghadirkan tokoh-tokoh nasional, Pak Amien Rais dan Pak Din (Syamsudin) pun hadir. Kedatangan saya dan Pak Nasril Bahar kemari juga bagian dari menegaskan komitmen kami kepada PD Muhammadiyah Asahan bahwa perjuangan politik hari ini menuju 2019 adalah perjuangan bersama, “ tegasnya.

“Modal dasar menghadapi Pemilu 2019, baik Pilpres ataupun Pileg adalah soliditas persyarikatan,” imbuhnya.

Sementara Nasril Bahar membuka pemaparannya dengan mengungkapkan bahwa memperjuangkan kader agar berhasil menjadi Anggota DPD RI merupakan cita-cita yang sudah lama didambakan keluarga besar Muhammadiyah di Sumatera Utara.

“Menduduki DPD RI sangat urgen, penting. Cita-cita kita menempatkan kader di DPD RI sudah lama adanya. Dengan infrastruktur yang dimiliki Muhammadiyah, Pak Abdul Hakim Siagian wajib kita menangkan,” ujarnya.

Nasril Bahar pun kemudian menjelaskan, sumber daya yang dimiliki oleh Muhammadiyah di Sumatera Utara saja tidak cukup. Seluruh unsur di Muhammadiyah harus membentuk jaringan tambahan.

“Sudah saatnya kita membentuk jaringan tambahan. Warga Muhammadiyah harus mampu mempengaruhi warga simpatisan hingga yang tidak memiliki kedekatan sama sekali dengan Muhammadiyah,” tegas Nasril.

Selain membahas kondisi dan strategi politik, dalam kesempatan itu juga dibahas tentang upaya PD Muhammadiyah dalam upaya mendapat manfaat dari pelepasan lahan PTPN III untuk pengembangan amal usaha.

Nasril Bahar “Semprot” Menteri Keuangan

PermodalanNasionalMadani (PNM)

Pada bulan Agustus 2008, PNM telah meluncurkan program pembiayaan langsung yang disebut ULaMM, atau “Unit Layanan Modal Mikro”. ULaMM merupakan layanan pinjaman modal untuk usaha mikro dan kecil yang disertai bimbingan untuk mengembangkan usahanya.

WIRAUSAHA PEMULA

Merupakan program membantu pelaku usaha pemula untuk mengembangkan usahanya.Penerima Bantuan Pemerintah adalah Wirausaha Pemula yang telah memiliki usaha dan/atau rintisan usaha yang berpotensi untuk dikembangkan kapasitas usaha.

Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit/pembiayaan yang diberikan oleh perbankan kepada UMKMK yang feasible tapi belum bankable. Maksudnya adalah usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan.

Menanggapi Usulan “Penjualan” BUMN oleh Menko Kemaritiman

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menyoal dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekonomi dalam negeri.

Menurut Luhut, salah satu penyebab dominasi BUMN di ekonomi dalam negeri adalah jumlah BUMN dan anak usahanya yang sudah terlalu banyak dan besar.

Hitungan Luhut, saat ini jumlah BUMN dan anak usaha BUMN mencapai sekitar 700 perusahaan.