Permendag 16 Berpotensi Munculkan Ketidakadilan

Anggota Komisi VI, H.Nasril Bahar,SE

Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar, khawatir penerapan sistem lelang gula kristal rafinasi melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 16 Tahun 2017 berpotensi menimbulkan ketidakadilan.

Pasalnya, kata Nasril di Jakarta, Selasa (10/10), skema perdagangan gula kristal rafinasi melalui pasar lelang komoditas hanya menguntungkan sejumlah perusahaan peserta lelang dan berpotensi merusak tata niaga perdagangan.

Nasril tidak sependapat dengan dalil menteri perdagangan (mendag), bahwa sistem lelang untuk menutup celah kebocoran gula kristal rafinasi. Menurutnya, kebocoran dalam tata niaga gula kristal rafinasi adalah efek salah pengelolaan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Adanya rembesan ke pasar itu karena Kementerian Perdagangan tidak mampu melaksanakan peraturan presiden tentang tata niaga gula rafinasi,” ujar Nasril.

Karena itu, Nasril menyarankan Kemendag untuk mengkaji ulang rencana penerapan lelang online gula kristal rafinasi, termasuk Permendag Nomor 16. “Aturan ini perlu ditinjau ulang,” imbaunya.

Pelaku UKM sekaligus perwakilan dari Asosiasi Transparansi Gula, Supriyanto menilai Permendag 16 akan menambah beban masyarakat, terutama pelaku Industri Kecil Mikro (IKM). Pasalnya, belum seluruh masyarakat dan pelaku usaha melek teknologi, termasuk mengakses lelang secara online.

Penambahan ongkos akomodasi yang tinggi dan harus cash dimuka jika mau ikut lelang, menjadi persoalan tersendiri.¬†“Para pelaku IKM dan UKM banyak yang belum melek teknologi, tentunya kami akan kalah bersaing dengan orang-orang yang melek teknologi dan modal yang besar dan hasilnya akan menghambat pelaku IKM dan UKM di daerah,” kata Supriyanto.

Share This

Nasril Bahar Center